3 Kopi Termahal Di Dunia

Kopi merupakan salah satu minuman favorit orang di dunia. Sejak ditemukan sekitar 1000 tahun sebelum masehi yang lalu di benua Afrika oleh bangsa Ethiopia, kini kopi telah banyak dinikmati dan digemari oleh hampir setiap orang di dunia. Kopi sendiri adalah jenis minuman yang merupakan hasil seduhan dari biji kopi yang sebelumnya telah disangrai dan kemudian dihaluskan sampai menjadi bubuk sehingga menghasilkan aroma dan rasa yang sangat khas. Tak heran jika kopi menjadi minuman favorit banyak orang. Dan kini, kopi telah dibudidayakan oleh lebih dari 50 negara dengan jenis yang berbeda-beda. Varian jenis kopi ini tentunya menghasilkan bandrolan harga yang juga berbeda-beda. Bahkan ada jenis kopi yang harganya mencapai ratusan ribu untuk setiap cangkirnya saja. Dan untuk lebih jelasnya, berikut 3 kopi termahal yang ada di dunia.

Black Ivory Coffee

Black Ivory Coffee merupakan jenis kopi hasil dari cernaan hewan mamalia terbesar yaitu gajah. Kopi ini pertama kali ditemukan oleh Blake Dinkin, pria asal Kanada di Thailand. Dia mencoba untuk menghasilkan sebuah kopi baru dengan cara memberi makan para gajah yang ada di sebuah penangkaran dengan beberapa biji kopi pilihan. Dan setelah beberapa percobaan dan mengalami kegagalan, akhirnya trik ini menghasilkan sebuah kesuksesan yaitu kopi yang memiliki ciri khas serta cita rasa yang sangat nikmat dan bahkan menghantarkannya menjadi salah satu kopi termahal di dunia.

Secara umum, Black Ivory Coffee memang cenderung sama dengan kopi luwak di mana biji kopi harus dicerna dulu oleh hewan. Bedanya jika kopi luwak berasal dari kotoran luwak, maka Black Ivory Coffee berasal dari kotoran gajah. Namun meskipun cenderung sama, ternyata proses pembuatan Black Ivory Coffee ini tak semudah proses pembuatan kopi luwak. Hal ini dikarenakan oleh banyak alasan, salah satunya adalah pencernaan gajah. Pencernaan gajah cenderung lebih lama, sehingga untuk mendapatkan beberapa ons biji Black Ivory Coffe saja para petugas harus menunggu hingga 10 sampai 15 jam.

Di samping itu, pencernaan gajah yang sangat kuat juga membuat hasil biji kopi ini menjadi tidak menentu. Pasalnya, biji kopi yang masuk ke perut gajah lebih banyak hancur sehingga biji kopi yang dihasilkan cenderung lebih sedikit. Bisa saja berkilo-kilo biji kopi yang dimakan, namun yang dihasilkan hanya beberapa ons saja. Hal inilah yang kemudian membuat kopi Black Ivory ini langka dan jarang ditemukan serta menjadi salah satu alasan mengapa Black Ivory menjadi kopi termahal di dunia. Dan karena masih langka, kopi Black Ivory ini belum dijual bebas dan hanya bisa didapatkan di beberapa negara seperti Thailand, Abu Dhabi dan Maladewa.

Selain itu, pada proses awal produksi biji kopi Black Ivory juga jauh lebih sulit dibanding kopi luwak. Meski sama-sama dari kotoran hewan, namun kotoran gajah biasanya lebih berserat dan ukurannya sangat besar sehingga proses pemisahan biji kopi membutuhkan usaha yang lebih besar karena akan memakan waktu lebih lama dan sulit. Namun sebuah usaha tentunya tak akan mengingkari hasil karena harga Black Ivory Coffee yang sangat mahal menjadi imbalan dari usaha ini.

Sebagai bukti, diketahui bahwa kopi Black Ivory ini memiliki harga yang selangit. Harga kopi termahal ini diketahui mencapai $1.100 atau jika dirupiahkan mencapai harga 14 jutaan per kilogramnya. Dan jika dihitung untuk per cangkirnya, harga Black Ivory Coffee ini kurang lebih mencapai Rp. 600 ribu. Sungguh mahal bukan? Namun harga ini tentunya sepadan dengan suguhan kenikmatan yang ditawarkan oleh kopi Black Ivory ini. Black Ivory Coffe memiliki rasa yang ringan, lebih halus dan tak begitu pahit dengan aroma perpaduan yang sangat khas antara cokelat dan bunga. Hal ini sendiri dipercaya merupakan pengaruh dari proses pencernaan gajah serta beberapa tambahan bahan lain seperti buah-buahan pada saat diberikan pada gajah sehingga memberikan kenikmatan yang luar biasa pada rasa kopi ini.

Kopi Luwak

Kopi termahal di dunia yang selanjutnya adalah kopi luwak yang berasal dari Indonesia. Seperti penjelasan sebelumnya, kopi luwak merupakan kopi yang dihasilkan dari kotoran hewan bernama musang asia kelapa atau lebih dikenal dengan nama luwak. Berbeda dengan Black Ivory Coffee yang dihasilkan dengan cara sengaja memberi makan biji kopi kepada gajah, kopi luwak justru dihasilkan karena luwak secara alami memakan biji kopi. Luwak merupakan hewan yang senang mencari buah-buahan sebagai makanannya seperti halnya buah kopi. Ia akan mencari buah kopi yang terbaik dan benar-benar sudah masak untuk dimakannya. Lalu biji kopi yang memiliki kulit keras dan tidak bisa tercerna oleh sistem pencernaan luwak akan keluar bersama dengan kotoran luwak.

Menurut sejarah, kopi luwak itu sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda dan merupakan kopi rakyat jelata. Mengapa disebut kopi rakyat jelata? Hal ini dikarenakan pada saat itu, para buruh perkebunan kopi dilarang oleh penjajah Belanda untuk mengolah kopi dari pohon kopi mereka sendiri. Keadaan ini pun kemudian memaksa para buruh yang merupakan rakyat jelata memunguti biji-biji kopi dari sisa pembuangan luwak yang ada di sekitar area perkebunan untuk bisa menikmati minuman kopi. Dari sinilah diketahui bahwa biji kopi dari kotoran luwak ini memiliki rasa yang nikmat dan khas hingga kemudian dijual secara premium oleh pihak Belanda. Jadi dari kopi rakyat jelata, siapa sangka jika kini kopi luwak justru menjadi salah satu kopi termahal di dunia.

Kopi luwak merupakan kopi yang sangat terkenal di dunia. Bahkan terdapat sebuah kafe di Amerika Serikat yang memang menjual kopi luwak dengan harga yang sangat mahal. Harga kopi luwak sendiri pada dasarnya mencapai harga Rp. 4 juta per kilonya. Namun di Amerika, kopi luwak bisa dihargai hingga Rp. 10 juta per kilonya. Tak heran jika kopi luwak menjadi salah satu kopi paling mahal di dunia. Hal ini juga tentunya sepadan dengan rasa kopi luwak yang nikmat dan berbeda serta terasa spesial bagi kebanyakan penikmat kopi. Bahkan kopi luwak juga dianggap aman untuk dikonsumsi penderita maag karena kandungan kafeinnya yang tak terlalu tinggi.

Selain itu, hal lain yang membuat kopi luwak menjadi kopi termahal di dunia adalah tingkat produksinya yang terbatas. Hal ini dikarenakan produksi kopi luwak sangat bergantung pada jumlah biji kopi yang dimakan oleh luwak sehingga produksinya pun menjadi terbatas. Bahkan menurut data, produksi kopi luwak ini tidak sampai menyentuh angka satu ton setiap tahunnya. Hal ini juga yang dulu membuat kopi luwak dianggap hoax oleh mayoritas orang luar negeri karena produksinya sangat terbatas dan banyak bermunculan produk kopi luwak yang palsu. Namun setelah diperkenalkan dalam acara Oprah Winfrey pada tahun 2010, kopi luwak menjadi booming dan permintaannya semakin besar.

Kopi Panama Geisha

Kemudian kopi paling mahal di dunia yang ketiga adalah kopi Panama Geisha atau dikenal juga dengan nama Hacienda La Esmeralda. Hacienda La Esmeralda sendiri merupakan sebuah perkebunan yang mendominasi dalam produksi kopi Geisha di Panama, mulai dari pembibitan hingga pendistribusian. Untuk itu, bisa dikatakan jika kopi Panama Geisha adalah Hacienda La Esmeralda. Perkebunan kopi ini sendiri awalnya dibeli oleh Rudolph A. Peterson dan kini telah diusahakan keluarga dan anak-anaknya. Kopi Panama Geisha ini juga merupakan kopi terbaik karena menjadi langganan juara dalam kompetisi kopi terbaik di Panama serta langganan pemenang lelang dari tahun 2004 hingga 2007.

Sesuatu yang terbaik tentu akan sangat berpengaruh pada harga. Seperti halnya kopi Panama Geisha yang merupakan salah satu kopi terbaik ini juga tentunya dibandrol dengan harga yang tinggi dan masuk dalam daftar kopi termahal di dunia seperti Black ivory Coffee dan kopi luwak. Harganya sendiri hampir mencapai Rp. 4 juta per kilonya. Tak hanya karena populer dan memiliki rasa yang khas dan aroma harus seperti bunga, akan tetapi tingginya harga kopi Panama Geisha juga disebabkan karena harga tanah yang tinggi di Panama untuk keperluan penanaman kopi serta upah para buruh yang juga cukup tinggi. Sekian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *