Dibalik Kisah Varian Kopi Dengan Rasa Unik, Kopi Lintong

Sebagian besar dari anda mungkin tidak atau belum pernah mengetahui tentang kopi lintong. Tak dapat dipungkiri memang jenis kopi yang satu ini cukup asing bagi telinga para penggemar kopi. Meskipun asing, varian kopi ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Kopi ini mempunyai cita rasa yang unik serta dapat meningkatkan gairah bagi para pecinta kopi. Jika anda tertarik untuk mencicipi jenis kopi yang satu ini, terlebih dahulu anda mengetahui bagaimana sejarah varian lintong hingga sampai ke Indonesia.

Lintong merupakan salah satu tipe kopi yang ternyata cukup tenar di Indonesia. Seperti yang kita tahu, Indonesia memang negara yang dikenal sebagai salah satu kawasan yang mempunyai keragaman jenis kopi yang sangat menarik. Diantara jenis kopi tersebut yakni kopi luwak yang telah menjadi salah satu produk unggulan kopi yang berasal dari Indonesia. Tidak hanya itu, kita juga bisa melihat adanya lebih dari satu ragam jenis kopi yang lain yang juga telah dikenal lebih-lebih di kawasan lintong nihuta, kawasan tapanuli utara. Jenis kopi tersebut dikenal sebagai produk kopi arabika.

Kopi lintong dan sejarahnya

Terkait dengan sejarah kopi lintong, ada histori yang cukup menarik dibalik varian kopi yang satu ini. Pasalnya, varian lintong didatangkan oleh pihak VOC yakni pada sekitar tahun 1750. Bagi anda yang sudah pernah mencicipinya, mungkin sudah mengetahui jika lintong merupakan tipe kopi yang dikenal mempunyai rasa asam yang berlebihan. Namun, anda dapat mencampurkannya dengan kopi robusta supaya bisa mengurangi rasa asam tersebut. Perlu diketahui juga bahwa lintong merupakan salah satu varian kopi terbaik dan hal ini sudah diakui oleh dunia.

Bagi anda yang ingin menikmati jenis lintong ini, anda tidak perlu jauh-jauh pergi ke pulau sumatera. Selain bisa mendapatkannya dengan cara order via online, di Jakarta sendiri ada beberapa café yang menyediakan kopi lintong sebagai salah satu menu unggulannya. Jika dilihat dari sudut pandang perkembangan industry kopi yang ada di Indonesia, ada segi positif yang dapat dilihat yaitu mampu menunjang pemerintahan dalam hal mengurangi angka pengangguran. Industri kopi yang ada di dalam negeri mampu menyediakan kesempatan usaha cukup menarik untuk anda yang berminat. Hal ini juga bisa menjadi ajang promosi untuk memasarkan kopi lokal dari daerah masing-masing dengan cita rasa yang unik, khas, dan berbeda-beda.

Saat ini, minuman yang berbahan dasar kopi sudah bisa dinikmati oleh semua orang dari berbagai golongan dan profesi. Hal ini terbukti dengan adanya minuman kopi yang ditawarkan di beberapa tempat makan mulai dari yang berjenis warung hingga di restaurant hotel berbintang lima. Minuman kopi juga cukup menarik karena mempunyai segi pemrosesan dan penyajian yang unik dan berbeda dengan jenis minuman yang lain. Hal ini pulalah yang membuat kopi mempunyai cita rasa yang khas dan menyediakan beragam pilihan dengan tipe kopi yang bermacam-macam pula. Tak ada salahnya jika sebagai penggemar kopi, anda mencicipi lebih dari satu varian kopi.

Kopi lintong merupakan salah satu jenis kopi yang wajib dicoba oleh pecinta kopi. Tipe kopi ini bahkan sudah menarik perhatian dari beberapa negara seperti Amerika, Jerman, Rusia, dan juga Belanda. Nampaknya, negara-negara di kawasan Asia juga mulai tertarik dengan kopi ini. Negara tersebut adalah Jepang, Korea, dan lainnya. Lintong memang diincar banyak industry kopi karena mempunyai kualitas yang bagus.

Lintong merupakan jenis kopi yang sudah dikenalkan sejak sekitar tahun 1888. Kopi ini pertama kali ditanam di kawasan bukit danau toba. Pada sekitar tahun 1988, tipe kopi lintong berhasil menjadi salah satu produk andalan yang berasal dari Sumatera Utara dan juga menyediakan varian lain seperti kopi Mandheling dan kopi Sidikalang. Sebagai rakyat Indonesia, sepatutnya kita bangga dengan kopi ini sebagai salah satu produk kopi khas Indonesia. Lintong bisa menjadi referensi bagi anda yang ingin menikmati tipe kopi baru. Kopi yang satu ini terkenal dengan rasa yang kental namun tetap lembut. Tak hanya itu, lintong juga dilengkapi dengan aroma yang wangi serta rasa asam yang khas.

Kopi lintong, varian kopi yang sudah mendunia

Lintong atau Lintong Ni Huta merupakan kopi asli Sumatera Utara dan berasal dari daerah Lintong NIhuta, kabupaten Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara. Kopi lintong ini sudah menembus pasar dunia serta diakui oleh para pecinta kopi sejati sebagai salah satu tipe kopi terbaik yang wajib dicicipi. Sebenarnya, lintong sendiri bukanlah nama spesies atau jenis tambahan dari kopi arabika dan robusta. Lintong merupakan nama sebuah brand-merk dagang yang sudah dipasarkan baik di pasar domestic ataupun mancanegara. Di pasar internasiona, tipe lintong ini dikenal dengan beberapa nama seperti Sumatra lintong Mandheling, Sumatra blue lintong, Sumatra bean coffee, blue batak, dan masih banyak lagi.

Perlu diketahui bahwa lintong adalah jenis kopi yang langsung dipetik dari pokok kopi. Belakangan ini, ada salah satu brand yang menciptakan kopi lintong-luwang yang notabene merupakan biji kopi yang dimakan oleh luwak kemudian keluar bersama dengan kotoran luwak. Selain itu, ada juga merk kopi lintong jawa. Padahal sudah jelas jika kopi tersebut bukan berasal dari pulau Jawa namun dibudidayakan di daerah Lintong, Sumatera Utara. Lantaran begitu terkenalnya merk Kopi lintong, sampai-sampai sebagian masyarakat menyamakan antara kopi lintong berastagi, sipirok, kopi Sumatra Mandheling, kopi sidikalang, dan dolok sanggul.

Untuk anda yang ingin membeli tipe lintong ini, anda harus mengetahi harganya terlebih dahulu. Umumnya, harga per kilo untuk kopi lintong yang belum di roasting yakni di goreng atau dipanggang bervariasi mulai dari 50 ribu hingga 70 ribu. Harga ini untuk kopi asalkan belum pilihan. Jika membeli kopi yang masih berbentuk biji sebaiknya tidak berpedoman pada biji kopi yang cantik sudah pasti mempunyai rasa yang bagus. Hal ini sebenarnya bukan jaminan karena bisa jadi biji yang cantik tersebut mempunyai rasa yang buruk.

Di samping itu, anda juga harus melihat kopinya ketika membeli masih dalam bentuk biji. Usahakanlah untuk tidak ada bahan campuran lain seperti jagung atau yang lainnya. Hal ini karena campuran-campuran tersebut bisa mengubah cita rasa khas kopi. Biasanya, peminum kopi sejati bisa mengetahui riwayat sebiji kopi hanya dengan memegang biji tersebut atau menghirup aroma dan menyeruput seduhan segelas kopi panas.

Sebagai informasi tambahan, varietas kopi berbeda antara yang satu dengan lainnya sesuai dengan tempat tumbuh kopi hingga proses produksinya. Biasanya, kopi berjenis arabika lebih kaya rasa jika dibandingkan dengan jenis kopi robusta. Riwayat dari kopi lintong sebenarnya dimulai sekitar tahun 1750, saat perusahaan dagang Belanda atau VOC membawa varian biji kopi arabika ke daerah Sumatera. Sementara tipe kopi tersebut baru mulai dibudidayakan pada sekitar tahun 1800-an tepatnya di kecamatan Lintong Nihuta, kabupaten Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *