Kopi Arabika Sembalun Sajang Merambah Pasar Internasional

Kopi Arabika Sembalun Sajang, jika mendengar kata ini, yang berada di pikiran kita adalah kopi arabika khas Desa Sembalun, Kecamatan Sajang, Lombok Timur. Sajang terletak di lereng Gunung Rinjani, kurang lebih 10 km sebelah utara Desa Sembalun Lawang yang mana terkenal dengan sentra pertanian hortikultura di Pulau Lombok. Daerah Lombok Timur mempunyai potensi pertanian kopi yang besar dan sekarang sedang digali lebih dalam lagi.

Kopi asli Indonesia bisa dibilang sedang merajai pasar dunia, seperti kopi luwak. Sekarang saatnya kopi berasal dari tanah Lombok menunjukkan kualitasnya. Sajang memproduksi kopi Arabica dan robusta yang memiliki ciri khas dan kualitas yang baik. Awalnya, Sajang hanya melakukan budidaya terhadap kopi robusta. Namun, saat dunia sedang menikmati kopi Arabica dan banyak orang yang meminatinya, Sajang mulai mengembangkan olahan kopi Arabica. Sebenarnya kopi dari Sajang ini banyak menarik perhatian Pusat Penelitian Kopi dan Kakao di Jember, Jawa Timur sejak mereka diundang dalam acara seminar kopi tahun 2007 lalu, untuk memaparkan dan memperkenalkan kopi Sajang. Tinggal pengolahan pasca panennya yang lebih ditingkatkan.

Dari awal, petani kopi asal Sajang hanya mengetahui budidaya kopi secara turun temurun sesuai dengan ajaran kakek nenek sejak dulu. Mereka belum mengetahui cara mengolahnya dengan benar. Walaupun banyak menarik perhatian karena kualitas, aroma, dan cita rasanya yang khas, petani kopi perlu diberi pelatihan tentang pengolahan pasca panen seperti sangrai kopi dan roasting yang tepat. Hal ini berkaitan dengan permintaan pasar dan standar produksi yang sudah ada. Permintaan terhadap kopi Sembalun Sajang ini cukup tinggi, termasuk mancanegara. Jika semua sudah siap dan sesuai standar, kopi dari Sembalun ini siap merambah pasar dunia, seperti negara di daerah Timur Tengah, Eropa, dan Jepang.

Dengan adanya sosialisasi teknik mengolah kopi yang tepat, petani kopi memiliki pengalaman dan skill yang lebih baik di bidangnya. Pemberdayaan terhadap petani kopi ini akan membantu meningkatkan keterampilan, produksi, pengolahan, serta kualitas komoditi kopi. Hal ini dapat meningkatkan permintaan kopi Indonesia di pasar global dan menjadi salah satu produk Indonesia yang bisa membantu perekonomian rakyat.

Prestasi Kopi Indonesia di Kancah Internasional

Sebelumnya, pada 6-9 April di Seoul Coffee Expo 2017, kopi Arabika asal Indonesia mendapat perhatian khusus dari para buyer. Ini sudah yang ketiga kalinya Indonesia mengikuti acara yang diselenggarakan di Convention & Exhibition Center (COEX), Seoul, Korea Selatan ini. Kopi Arabika yang laris manis itu berasal dari Toraja, Jawa, Mandaliling, dan Gayo. Sebagai negara tamu pada acara tersebut, Indonesia diliput oleh media setempat dan memperoleh peliputan utama. Paviliun Indonesia menampilkan kopi luwak, green bean, blend, roasted, brewing coffee, dan kopi arabika.

Tahun 2012 sampai 2016, ekspor kopi Indonesia ke Korea Selatan meningkat 14.39 persen. Ini merupakan hal positif dari kerjasama Indonesia – Korea yang semakin baik. Indonesia dapat mengikuti acara Seoul Coffee Expo dikarenakan kerjasama KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) Seoul dan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) Kementerian Perdagangan dengan ITPC (Indonesian Trade Promotion Centre) Busan.

Kopi-kopi dari beberapa daerah di Indonesia sudah menunjukkan kualitasnya di mata dunia. Ini saatnya kopi dari Sembalun Sajang siap merambah pasar Internasional. Dengan polesan sedikit saja kualitasnya siap mengungguli produk-produk dari daerah lain, bahkan produk luar. Kopi Arabika Sembalun Sajang sudah memiliki keunggulan pada cita rasa dan aromanya. Jadi, keunikannya itu akan menarik minat masyarakat dan membuat kopi Sembalun memiliki citranya sendiri yang mudah dikenali oleh semua penikmat kopi.

Perlu diketahui bahwa kopi Arabika ini adalah jenis kopi yang susah untuk dibudidayakan dan harus diberi perhatian lebih dibandingkan dengan kopi jenis lain. Kopi jenis Arabika ini rentan terhadap penyakit karat daun Hemileia vastatrix, apalagi jika ditanam di tempat dengan elevasi kurang dari 700 meter. Pembudidayaan disertai usaha berlebih ini dibayar dengan harga di pasaran yang jauh lebih tinggi dibanding kopi robusta dan jenis lain. Pasar kopi dunia juga telah banyak dikuasai oleh kopi arabika dan tak lama lagi dapat dipastikan kopi Arabika Sembalun Sajang masuk dalam daftar.

Kopi Sembalun Peningkat Perekonomian Warga

Desa Sembalun adalah sebuah desa dengan pertanian sebagai tumpu utama perekonomian warga. Tahun 1940-an pernah memproduksi kopi arabika, setelah itu digantikan dengan bawang putih dan kentang karena kurang laku untuk dijual. Mereka lebih suka menanam palawija dan sayur dari pada kopi yang panennya setahun sekali. Itu pun kalau laku dijual, jika tidak, mereka memanen dan memetik kopinya bukan untuk dijual, tapi untuk dikonsumsi sendiri.

Komoditas bawang putih di daerah Sembalun sangat tinggi, bahkan sempat dijuluki primadonanya bawang putih. Julukan ini khusus untuk para petani yang bisa menunaikan ibadah haji dari keberhasilannya menanam bawang putih hingga berhasil menjualnya. Masa-masa keemasan ini pun berakhir dengan masuknya zaman penggunaan pestisida kimia dan pupuk. Hal ini membuat tanah jadi jenuh dan hasil panen bawang putih berkualitas pun merosot. Kemerosotan komoditas bawang putih ini membangkitkan semangat untuk mengembalikan tradisi ngopi di Lombok.

Kopi di tanah Sembalun mulai dibudidayakan kembali dan berhasil baik hingga sekarang. Dari mulut ke mulut, kopi asal Sembalun ini mulai dipesan Kedutaan Besar Belanda, Australia, Jepang, dan Singapura di Indonesia. Meskipun hanya dalam jumlah yang sedikit, dari sinilah kopi yang berasal dari Lombok, Nusa Tenggara Barat ini mulai dikenal mancanegara. Para kedubes luar negeri yang ada di Indonesia ini tertarik dengan cita rasa dan aroma khas dari kopi Sembalun, terutama rasa rempah-rempah, caramel, dan coklatnya yang nikmat.

Sebagai salah satu negara penghasil kopi terbesar dunia, perlu digali lebih dalam lagi potensi-potensi daerah penghasil kopi berkualitas di Indonesia. Selain minyak, kopi adalah komoditas terbesar milik tanah air yang bisa menjadi tumpuan ekonomi rakyat dan dapat menyelamatkan perekonomian rakyat. Perlu merasakan pahitnya kerja keras demi merasakan nikmatnya secangkir kopi.

Pada tahun 2014, kopi Arabika Sembalun Sajang lolos seleksi 30 besar lelang kopi di Indonesia. Penilaiannya berdasarkan beberapa ciri, seperti mempunyai cita rasa dan aroma yang khas, berasal dari daerah yang mana rakyatnya telah membudayakan perkebunan kopi selama kurun waktu yang lama, lulus sertifikasi Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, terakhir dikembangkan di dataran tinggi 800 sampai 1500 mdpl.

Selain keunggulan tersebut, kopi Arabika Sembalun Sajang juga telah lolos sertifikasi dari Lembaga Sertifikasi Organik Seloluman serta diakui peneliti berkualifi Q-Grader dari Specialty Coffee Association of America. Ini menunjukkan kualitas kopi Arabika Sembalun Sajang yang bisa disejajarkan atau bahkan diunggulkan dengan kopi lain. Saatnya kopi dari daerah Lombok menunjukkan aroma sedapnya di kancah internasional. Kopi ‘millik sendiri’ yang dulunya selalu dinikmati sendiri oleh warga Sembalun, kini dapat dirasakan oleh warga dari daerah dan negara lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *