Kopi Arabika Vs Kopi Robusta: Mana yang Kalian Pilih?

Kopi arabika dan kopi robusta memiliki beberapa perbedaan mendasar seperti tempat tumbuh, rasa, dan harga jualnya. Kedua jenis kopi ini mempunyai kelebihannya sendiri dan akan dijelaskan pada artikel ini. Sebelumnya, akan dijelaskan sekilas tentang kopi arabika dan kopi robusta. Kopi arabika berasal dari Brazil dan Ethiopia.

Perbedaan Kopi Arabika Dan Kopi Robusta

Kopi Arabika maupun robusta memiliki ciri khasnya masing-masing. Dua-duanya sama-sama nikmat dan bermanfaat dengan caranya sendiri. Berikut ini perbedaan kopi arabika dan robusta yang dipandang dari bentuk fisik, tempat tumbuh, rasa, dan harga.

  1. Perbedaan Fisik

Perbedaan utama yang sangat mudah dilihat oleh mata ialah perbedaan dari bentuk biji kedua kopi tersebut. Dilihat dari bentuk biji, biji kopi arabika mempunyai bentuk yang oval dan sedikit lebih lebar, serta berwarna merah kecoklatan sesudah menjadi bubuk kopi. Sedangkan robusta memiliki bentuk yang bundar dan lebih kecil, setelah menjadi bubuk kopi pun warnanya hitam kecoklatan.

  1. Tempat Tumbuh

Dilihat dari tempat tumbuh, kedua kopi tersebut sama-sama harus tumbuh di tempat yang tinggi. Bedanya, kopi arabika tumbuh di tempat yang lebih tinggi dari pada kopi robusta. Kopi Arabika dapat tumbuh di ketinggian 1200 hingga 2000 mdpl. Tinggi maksimal pertumbuhan tanaman ini antara 2,5 hingga 4,5 meter. Sedangkan kopi robusta dapat tumbuh subur di ketinggian 700 hingga 1200 mdpl, dengan tinggi tanaman antara 4,5 hingga 6,5 meter. Robusta bisa tumbuh lebih tinggi dari pada arabika.

  1. Cita Rasa

Cita rasa adalah sesuatu yang bisa dinikmati dari kopi tanpa melihatnya. Tempat tumbuh, teknik perawatan tanaman, proses pasca panen, teknik seduh, sampai penyajian akan menentukan cita rasa kopi. Kopi Arabika mempunyai rasa yang kuat, lembut, manis, dan tajam. Sebelum disangrai, aroma kopi ini mirip dengan blueberry. Namun setelah disangrai, aromanya berubah menjadi buah-buahan manis. Untuk kopi robusta, jenis kopi ini mempunyai rasa yang netral dan kadang aromanya seperti gandum. Sebelum disangrai aroma kopi ini mirip dengan kacang-kacangan.

  1. Kadar kafein

Kafein adalah kandungan yang terdapat pada kopi. Kafein memiliki kerugian maupun manfaat bagi tubuh. Asalkan dikonsumsi secara bijak, pasti tubuh tidak akan protes. Kopi Robusta memiliki kadar kafein yang lebih tinggi dibandingkan arabika, inilah alasan mengapa robusta lebih pahit dibandingkan dengan arabika. Bahkan kandungan kafein pada robusta dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan arabika. Orang yang ingin lembur di malam hari biasanya memilih kopi robusta karena kadar kafeinnya yang tinggi dapat membuat tubuh tahan kantuk. Namun, orang yang mempertimbangkan faktor kesehatan akan membuat pilihan untuk lebih memilih arabika yang berkafein rendah.

  1. Harga Jual

Harga jual kopi arabika lebih mahal dari pada kopi robusta. Hal ini disebabkan oleh jumlah produksi kopi arabika yang lebih sedikit dari robusta. Walau lebih sedikit, kualitasnya lebih baik, dan ini mempengaruhi rasa. Dalam setahun, robusta bisa lebih dari sekali panen, sedangkan arabika tidak. Kopi robusta biasanya dipakai untuk bahan utama kopi bubuk instan, maka dari itu banyak permintaan dari pembeli dan hal ini berdampak pada harga pasar. Karena kualitas, dan cita rasa inilah yang membuat kopi arabika lebih mahal dari robusta.

Kelebihan Kopi Arabika dan Robusta

  1. Kelebihan Kopi Arabika

Kopi Arabika memiliki kualitas yang bagus, cita rasa yang khas, dan aroma yang wangi. Kualitas ini dipengaruhi oleh asal tumbuh, cara perawatan, dan proses pasca panennya. Arabika bisa dipanen setahun sekali, itu pun juga belum tentu. Maka dari itu, jumlah produksi kopi arabika lebih sedikit dari pada robusta setiap tahunnya. Karena keterbatasan produksi dan cita rasa serta aroma inilah, kopi arabika mempunyai harga pasar yang lebih tinggi daripada jenis kopi robusta. Untuk masalah cita rasa dan aroma, arabika lah jagonya. Cocok diminum dan dinikmati bagi penikmat kopi yang menginginkan jenis rasa khas. Satu cup kopi arabika di kafe apalagi yang specialty, harganya bisa sangat mahal.

  1. Kelebihan Kopi Robusta

Kopi robusta tumbuh di daerah Kolombia, Indonesia, dan Filipina. Kopi robusta mempunyai rasa yang pahit manis karena kafeinnya yang tinggi. Tingkat produksi jenis kopi ini lebih banyak dibanding arabika. Banyak pihak apalagi pengusaha menginginkan kopi robusta ini karena harganya yang lebih murah dan bisa dijual sebagai suplai bahan utama kopi bubuk instan. Orang-orang yang senang begadang dan penikmat kopi untuk diminum sehari-hari membutuhkan robusta.

Negara Penghasil Kopi Arabika dan Kopi Robusta

Kopi arabika awalnya berasal dari Ethiopia dan Brazil. Kedua negara itu menguasai 70 persen pasar kopi di seluruh dunia. Kita juga bisa menemukan jenis kopi lain di kedua Negara tersebut. Jenis kopi ini bisa dibilang spesies kopi pertama yang dibudidayakan manusia sampai sekarang. Indonesia juga merupakan Negara yang membudidayakan kopi arabika, bahkan yang specialty. Daerah di Indonesia yang menghasilkan kopi arabika diantaranya, Aceh, Sumatera Utara, Toraja, Bengkulu, Lombok, Flores, dan Jawa.

Kopi Arabika yang terkenal dengan kualitas premiumnya diantaranya ialah Sembalun Sajang, Flores Bajawa, dan Flores Manggarai. Kopi arabika Sembalun Sajang berasal dari Lombok Timur. Permintaan kopi Sembalun Sajang cukup tinggi, termasuk luar negeri. Jika semua tahap produksi sudah sesuai standar, kopi dari Sembalun ini siap merambah pasar dunia, seperti negara di daerah Timur Tengah, Eropa, dan Jepang. Cita rasanya sudah tidak diragukan lagi.

Kopi Flores Bajawa bahkan telah memiliki sertifikat IG (Indikasi Geografis) karena terletak di tempat yang strategis untuk menanam kopi. Begitu pula Flores Manggarai sedang merambah ke sertifikasi IG agar mempunyai perlindungan asal geografi. Pada tahun 2015, kopi Arabika Specialty Manggarai melakukan ekspor perdana dan sudah mencapai miliaran. Angka yang fantastis bukan? Pemasarannya telah memasuki pasar Amerika Serikat, Australia, Jerman, kawasan Timur Tengah, dan Jepang. Dengan harga yang tinggi, kopi Floress Manggarai menjadi favorit penduduk luar dan sekarang merupakan komoditas unggulan di daerah Flores, Nusa Tenggara Timur. Perkembangan pasar kopi Manggarai ini membuat kopi menjadi tumpuan penghasilan masyarakat wilayah sana. Manggarai jadi salah satu senter produksi kopi terbesar di Nusa Tenggara Timur dan menjadi sumber pendapatan masyarakat setempat untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari serta bisa menyekolahkan anak-anak mereka.

Kopi robusta dihasilkan di wilayah Indonesia, Kolombia, dan Filipina. Kopi jenis ini merupakan keturunan dari beberapa spesies kopi, terutama Coffea canephora. Dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian 400 sampai 700 mdpl, suhu 21 – 24 derajat celcius dengan bulan kering 3 sampai 4 bulan dan 3 hingga 4 kali hujan kiriman. Kualitas robusta ini lebih rendah dari arabika maupun liberika. Nah, bagaimana, kalian sudah menentukan pilih jenis kopi yang mana sebagai favorit? Kopi Arabika atau robusta?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *