Kopi Gesha, Salah Satu Kopi Termahal Yang Melegenda

Kopi merupakan salah satu tanaman yang menjadi komoditas ekspor utama beberapa negara di dunia. Tak heran apabila minuman yang berwarna hitam pekat ini sudah mendunia sejak lama. Kopi termasuk ke dalam minuman primadona yang banyak diminati, tidak hanya kalangan dewasa namun juga anak muda yang mengaku pecinta kopi. Berbicara mengenai kopi tentu tak akan ada habisnya. Apalagi ketika membahas asal dan jenis varietas biji kopi. Bagi Anda penikmat kopi mungkin pernah mendengar kopi gesha. Kopi ini termasuk ke dalam kopi primadona terutama bagi para barista.

Mengulik Asal Mula Kopi Gesha

Apa yang ada dalam benak Anda ketika mendengar nama geisha? Yang pasti terlintas dalam pikiran Anda pasti nama band terkenal tanah air itu kan? Mulai dari lagu-lagunya hingga siapa vokalisnya. Tapi tunggu dulu. Gesha yang satu ini adalah nama agung yang disandang oleh biji kopi ternama dunia. Mungkin bagi Anda yang tidak banyak mengenal dunia perkopian, nama gesha sebagai salah satu nama biji kopi terkemuka cukuplah asing.

Pada mulanya kopi ini berasal dari perkebunan yang kemudian dibeli oleh Rudolph A. Peterson, seorang yang menjabat sebagai Presiden Bank of America pada tahun 1967. Alasan Rudolph membeli perkebunan tersebut dikarenakan ia ingin menghabiskan masa tuanya di perkebunan tersebut. Dan kemudian hingga kini perkebunan tersebut masih diurus oleh anak dan cucu Rudolph A. Peterson di Hacienda La Esmeralda, tepatnya terletak di Boquete, Panama.

Kopi ini kemudian dikenal dengan nama “gesha” atau “geisha”. Panama merupakan asal tumbuhnya tanaman kopi gesha. Meskipun demikian, berdasarkan penelursuan sejarah, kopi gesha baru tumbuh di Panaman pada tahun 1960-an. Sedangkan sebelum itu, kopi ini telah ditemukan tumbuh di pegunungan sebelah Barat Daya kota Geisha, di Ethiopia. Kini kopi ini sangat sulit didapatkan di belahan dunia lain, selain Panama. Di Amerika sekalipun, kopi ini hanya dapat dipesan secara online saja. Dengan demikian dapat diketahuilah asal mula nama gesha yang kemudian selalu disandingkan dengan nama Panama sebagai asal biji kopi ini.

Sulitnya menjumpai biji kopi ini selain di Panama juga dikarenakan biji kopi ini tak mudah dibudidayakan di tempat lain. Sebenarnya ada banyak perkebunan kopi lain yang mencoba menanam kopi gesha, akan tetapi aroma dan cita rasa kopi gesha yang dihasilkan tetap tidak dapat menandingi keunggulan kopi gesha dari Panama. Hal ini dapat dipahami bahwa kondisi lahan tanam dan juga cuaca sangat berpengaruh terhadap kopi gesha. Bahkan semakin tinggi lahan tanam gesha maka akan semakin berkualitas dan semakin mahal kopi tersebut.

Beberapa kawasan di Panama yang menjadi wilayah perkebunan kopi Gesha antara lain Boquete dan Volcan-Candela. Boquete merupakan wilayah pegunungan yang berada pada ketinggian 400 hingga 1900 meter di atas permukaan air laut. Sedangkan Volcan-Candela juga merupakan kawasan yang berada di dataran tinggi, sekitar 1200 hingga 1600 meter di atas permukaan air laut. Daerah perkebunan Panama yang berada di daerah pegunungan ini menjadikan kualitas kopi gesha yang dihasilkan menjadi komoditi unggulan.

Pohon kopi gesha dapat tumbuh tinggi dengan ciri khas berupa bentuk saun yang terlihat begitu cantik. Gesha sendiri mulai popular dalam dunia perkopian semenjak tahun 2004. Jenis kopi ini mulai dikenal ketika menjuarai kompetisi “Best of Panama” atau BOP yang diselenggarakan oleh Specialty Coffee Association of Panama. Sejak kemenangan itu, kopi gesha mulai dilirik untuk dilelang via internet, dan hingga saat ini menjadi primadona. Banyak para barista-barista kelas dunia yang melirik salah satu jenis kopi ini.

Kopi ini juga menjadi varietas kopi yang paling dicari. Aromanya yang kuat dan cita rasa yang konsisten. Buah kopi gesha memiliki bentuk buah yang memanjang dan terasa ringan. Cita rasa yang unik dikarenakan ada rasa madu dan jeruk yang secara alami terbawa dalam tiap biji kopi gesha. Menurut para ahli kopi, ketika kopi gesha diseduh, maka akan muncul aroma bunga yang hampir mirip jasmine, dengan tingkat keasaman yang rendah. Bahkan bila dirasakan secara detail akan ditemukan sensasi rasa blueberry, mangga, bahkan pepaya.

Kopi gesha telah hadir dalam berbagai varian rasa dengan demikian harga yang ditawarkan pun bervariasi. Untuk rasa sereh, jeruk, plum, anggir, madu, dan melati, kopi gesha ini dapat dibeli seharga $125 per 12 ons. Sedangkan untuk rasa bergamot, nenas, cranberry, dan air mawar, kopi gesha dengan jumlah yang sama dibandrol dengan harga $69.

Mahalnya harga kopi gesha tidak hanya karena cita rasa kopi yang khas ataupun karena permintaan pasar yang naik. Akan tetapi juga disebabkan oleh tingginya harga lahan perkebunan Panama yang dijadikan lahan budidaya tanaman kopi. Saat ini lahan budidaya tanaman kopi gesha menjadi terbatas karena banyak lahan yang awalnya lahan perkebunan kopi akan tetapi dijual menjadi rumah-rumah. Selain itu biaya perawatan tanaman kopi cukup mahal karena pemilik kebun harus memberi upah kepada tenaga atau buruh tanam dan petik buah kopi. Sehingga pada akhirnya biaya produksi tersebut dibebankan kepada konsumen.

Kopi Gesha, Varietas Kopi Paling Dicari

Sebagai varietas kopi yang cukup misterius karena sulit ditemukan selain di tempat asal kopi ini tumbuh, kopi gesha menjadi kopi primadona yang hanya dapat ditemukan dalam kompetisi-kompetisi kopi kelas atas. Memang tak banyak sumber yang cukup memadai untuk menelusuri secara detail asal muasal varietas kopi ini. Namun yang jelas karena kemisteriusan serta cita rasanya yang khas, menjadikan kopi ini menjadi kopi mahal yang hanya dikenal oleh kalangan atas saja.

Sejak menjadi juara dalam berbagai ajang kompetisi kopi dunia, kopi gesha menjadi sangat popular. Bahkan barista asal Indonesia pun tertarik dengan varietas biji kopi terbaik dunia ini. Salah satunya adalah Yoshua Tanu, barista asal Indonesia yang mengikuti ajang World Barista Championship 2016. Ia mengaku mengandalkan varietas biji kopi asal Panama ini. Yoshua mengaku bahwa biji kopi gesha memiliki aroma kuat dan cita rasa yang konsisten. Memang varietas kopi gesha telah dikenal di kalangan barista.

Terkadang pemilihan biji kopi untuk diikutkan dalam ajang kompetisi mengundang banyak pertimbangan bagi para barista. Pertimbangan tersebut terletak pada pilihan untuk menggunakan biji kopi lokal asli Indonesia ataukah biji kopi yang berasal dari luar negeri. Antara biji kopi Indonesia dan biji kopi asal luar negeri memiliki sisi keunggulan masing-masing. Bagi kalangan barista, kopi Indonesia memiliki cita rasa khas namun seringkali kurang konsisten sehingga sangat rawan untuk diikutkan dalam kompetisi dunia perkopian. Namun bukan berarti kopi asli Indonesia tidak patut untuk dibanggakan. Dengan sedikit usaha dan inovasi yang gigih tentu kopi asli Indonesia dapat merambah kancah dunia meskipun tidak segemilang kopi Gesha Panama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *