Kopi Priangan

Salah satu jenis minuman khas Indonesia yang telah di gemari sejak jaman leluhur adalah minuman kopi. Menyeduh kopi dari tahun ke tahun rupanya terus dinikmati oleh masyarakat dan bahkan oleh kaum muda sekalipun sehingga di era yang serba modern ini kopi tetap menjadi minuman yang paling banyak diminati. Hal tersebut dikarenakan kopi dapat di seduh oleh siapa saja tanpa berdasarkan latar belakang sosial ekonomi. Indonesia sendiri merupakan negara penghasil kopi terbesar yang tersebar di berbagai wilayah dengan jenis kopi yang berbeda beda. Tentu saja pada tiap tiap jenis kopi tersebut memiliki cita rasa serta keunggulan yang juga berbeda beda. Salah satunya adalah kopi priangan yang berasal dari perkebunan Bandung. Bagi anda yang ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai kopi ini maka langsung saja simak ulasannya dibawah ini.

Sejarah Kopi Priangan

Kopi priangan ini ternyata merupakan jenis kopi primadona bagi para penguasa yang ingin meraup laba. Namun para petani yang pada saat itu sedang menderita pun juga tidak tinggal diam untuk mengambil alih haknya. Mulanya para petinggi yaitu kongsi dagang asal hindia timur atau yang lebih dikenal dengan sebutan VOC yang berada di Jawa tersebut juga tidak menyangka jika bibit tanaman baru yang berasal dari India Selatan tersebut akan memberikan dampak yang sangat luar biasa. Bibit baru tersebut mereka tanam pada kebun masing masing di abad ke 17 dan pada saat itu kopi merupakan sumber utama penghasilan oleh para Kerajaan Belanda.

Kemudian setelah tanaman baru tersebut berbuah maka para petinggi VOC mengirimkan biji kopi segenggam sebagai contoh bibit ke Heeren Zeventien atau kepada para direktur VOD yang ada di Amsterdam di tahun 1706. De Heeren Zeventin kemudian memberikan saran supaya pembudidayaan kopi ini mendapatkan perhatian dari pihak Gurbenur yaitu Jenderal J Van Hoorn. Kemudian Van Hoorn meresponnya dengan cepat lalu membagikan tanaman tersebut pada kepala pribumi yang berada di bagian pesisir Batavia hingga di wilayah Cirebon. Hingga budidaya bergeser ke dataran tinggi tersebut hasilnya jauh lebih memuaskan. Kemudian pada tahun 1711 pertama kalinya bupati Cianjur menyetorkan kopi pertama dari Jawa ke VOC.

?

Harga kopi priangan yang semakin tinggi tersebut membuat pembudidayaan kopi semakin meluas. Kemudian para bupati serta bangsawan turut serta beramai ramai untuk menanamnya dan VOC menjadikan kawasan Priangan tersebut sebagai pusat penghasil kopi. Para awalnya VOC membeli kopi dari hasil panen milik petani. Namun melihat bahwa kopi sangat memberi keutungan maka lambat laun VOC memaksakan jual beli kopi dengan memberikan harga di bawah pasar. Kemudian VOC menancapkan monopoli dengan memberikan larangan menjual kopi pada pedagang swasta dan apabila di langgar maka akan dikenakan hukuman. VOC juga memberikan aturan setoran wajib pada seluruh kepala wilayah yang memiliki kewenangan untuk mengontrol serta memobilisasi rakyat dalam menanam kopi.

Sejak saat itu hidup petani mulai terpuruk sebab Gubernur Jenderal memberikan kebijakan penurunan harga kopi dengan sangat drastis. Dan para petani melawan dengan merusak tanaman kemudian kabur dari area perkebunan sehingga menyebabkan kebun kopi terlantar dengan dampak kemunduran. Sehingga untuk mengembalikan kondisi sebelumnya memerlukan waktu sekitar 60 tahun. Kemudian perluasan budidaya kopi tersebut membuat VOC memaksa para petani yang ada di Priangan untuk menanam kembali dan menyerahkan hasilnya pada VOC namun para petani tetap melawan. Dan dampak dari perlawanan tersebut membuat VOC bangkrut sehingga digantikan oleh pemerintahan kolonial yang tetap menjadikan kopi asal priangan tersebut sebagai komoditas paling penting. Hingga pada akhirnya kopi priangan benar benar jatuh di tangan para petani dan para petani mendapatkan hasil yang setimpal atas jerih payahnya tersebut.

Citra Kopi Priangan Semakin Membaik

Saat ini usaha kebun kopi yang di olah oleh rakyat Indonesia yang ada di Jawa Barat tersebut semakin melonjak sebab mendapatkan pesanan dalam jumlah banyak dari eksportir dan juga dari pebisnis domestik. Citra kopi priangan tersebut menjadi sangat sukses di mata pasar dunia serta pesanan terhadap kopi ini terus mengalir yaitu tepatnya setelah terjadinya keanjlokan produksi di wilayah kaki Gunung Sinabung Sumatra Utara. Kemudian AEKI atau wakil ketua asosiasi eksportir kopi di Indonesia Jawa Barat yaitu Iyus Supriatna yang berada di Bandung tersebut memberikan arahan bahwa fenomena tersebut cara tidak langsung memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap adanya permintaan serta harga hasil panen. Terlebih jika kopi asal Priangan ini mendapatkan nama internasional sebagai jawa preanger coffe yang kemudian membuat para pecinta kopi dunia mulai mencari dan menjajal cita rasanya yang cukup spesifik.

Diketahui bahwa sentra produksi dari kopi priangan yang berada di kawasan tinggi yaitu seperti yang ada di kabupaten bandung, sumedang, garut, kabupaten bandung barat seperti cianjur, majalengka, sukabumi, ciamis dan tasikmalaya tersebut mampu menghasilkan kopi merah dalam jumlah Rp. 7.000,- untuk per kilogramnya yang berasal dari para petani. Kemudian kopi priangan ini akan terus mendapatkan tempat yang paling utama di pasar dunia. Dan bahkan baru baru ini kopi tersebut juga sudah sukses mendapatkan tempat di pasar amerika serikat. Kemudian juga terdapat siaran pers yang dikirim pada Indonesian trade promotion center atau ITPC yang berada di milan dan italia tersebut dikatakan oleh Agung Pramudya FR untuk meningkatkan perkembangan pasar dunia.

Dan promosi terhadap kopi asal Indonesia tersebut dilakukan dengan cara memasangkan iklan pada bagian trem jumbo tiga gerbong yang selalu melintasi jalur strategi di kota milan dan juga italia. Kemudian rute trem yang dijadikan sebagai tempat pasang iklan kopi asal Indonesia tersebut nantinya akan melewati jalur bersejarah seperti kantor kamar dagang milan yang berada di via meravigli kemudian duomo, palazzo yang berada di giustizia, juga kawasan bisnis via torino, kemudian largo augusto, corso portal vittoria, kemudian stasiun kereta porta vittoria serta corso magenta yang sangat mashyur sebab di tempat tersebut terdapat Gereha Santa Maria Della Grazie yang merupakan tuan rumah dari lukisan murah yang dibuat oleh Leonardo da Vinci.

Berhubungan dengan adanya desain promosi tersebut yang diletakkan pada media tram, Agung Pramudya juga memberitakan bahwa italia sangat lengket dengan budaya minum kopi kemudian indonesia sangat lengket dengan produk kopi unggulan. Oleh sebab itu dalam kampanye saat ini, indonesia akan mengangkat produk yang paling unggul dengan memberikan slogan ‘Noi e il caffe siamo due anie inseparabilli. Il suo aroma e il rituale che ci sveglia ogni mattina’ yang artinya adalah ‘kami dan kopi merupakan dua jiwa yang tidak terpisahkan. Aroma dan ritualnya dapat membangunkan kami setiap pagi’. Itulah beberapa informasi yang dapat anda ketahui dari kopi priangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *