Kopi Robusta Pinogu Menjadi Favorit Pecinta Kopi

Kopi robusta pinogu adalah kopi organik yang sekarang ini menjadi komoditi unggulan Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo. Pinogu merupakan kecamatan dengan luasnya sekitar 36.000 hektar dan dengan jumlah penduduk kurang lebih 2.000 jiwa. Kopi Pinogu asalnya dari daerah Pinogu yang merupakan wilayah yang kaya dengan hasil pertaniannya. Kopi pinogu berasal dari campuran kopi robusta dan kopi liberika. Indonesia merupakan negara penghasil kopi yang sangat baik di dunia sejak adanya VOC sampai sekarang ini. Maka tidak heran jika banyak kopi yang sangat terkenal dan banyak dicari oleh masyarakat sampai ke penjuru dunia yang ternyata asalnya dari Negeri kita sendiri

Akses Jalan menuju Ke Hutan Kopi Pinogu

Akses jalan menuju ke hutan kopi pinogu lindung ini memerlukan waktu tempuh yang lumayan lama karena medannya yang memang agak sulit untuk dilalui dan wilayahnya masih terpencil yaitu pada ketinggian 300 meter dari permukaan laut. Untuk menuju ke daerah tersebut diperlukan waktu sekitar 6 sampai 8 jam dalam menggunakan kendaraan roda dua karena akses jalannya berbatu dan juga berlumpur dan bahkan akan menaiki gunung atau menyeberangi sungai bone. Terlebih lagi anda harus waspada karena sering ada lintah yang dapat menggigit.

Sebenarnya Pinogu tidak terlalu jauh hanya sekitar 30 km dari desa Tulabalo, kecamatan Suwawa Timur, yang merupakan satu-satunya pintu masuk ke Pinogu. Sebenarnya ada 3 cara masuk ke pinogu tersebut yaitu dengan berjalan kaki, naik ojek dengan ongkos sekitar 1 juta rupiah,atau dengan menggunakan helikopter. Namun banyak masyarakat yang memilih dengan berjalan kaki. Di wilayah Pinogu ini yang anda temukan bukan hanya sekedar perkebunan kopi tetapi di sana adalah hutan kopi Sinondo’o yang belum berpenghuni sama sekali.Hutan tersebut kebanyakan ditanami oleh kopi yang berjenis Liberica.

Kopi robusta pinogu ditanam sejak tahun 1875 dan merupakan kopi favorit Ratu wihelmina, kopi pinogu ini mempunyai kelebihan dibandingkan dengan kopi yang lainnya. Kopi pinogu ini memang belum pernah terkena zat kimia misalnya pestisida, herbisida, ataupun pupuk kimia. Kopi pinogu sekarang ini sudah dipromosikan sampai keluar negeri dengan dutanya yaitu Bpk. Dahlan Iskan dan mengikuti pemeran internasional di Berlin, Jerman dan tidak lama lagi kopi pinogu ini akan dipatenkan oleh pemerintah agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan dan dimanfaatkan oleh pihak tertentu

Sejarah kopi Pinogu

Pada zaman Belanda abad 19 , pedagang belanda membawa benih kopi yang berjenis Liberica. Pohonnya berketinggian 10 meter. Pengembangan kopi liberica kurang begitu berhasil karena kurangnya dukungan oleh kerajaan Suwawa. pada tahun 1970 pemerintah membudidayakan kopi dengan jenis Robusta dengan luas lahan sekitar 225 hektare yang tersebar di 4 desa. Desa tersebut yaitu Pinogu, Bangiyo, Pinogu Permai dan juga Dataran Hijau. Karena sarana dan prasarana yang kurang memadai, maka dari itu pemasaran kopi Pinogu agak terhambat perkembangannya. Padahal kopi Pinogu adalah tanaman yang masih alami tanpa ada campuran bahan kimia. Karena sulitnya medan tersebut menyebabkan petani tidak menggunakan pupuk ataupun pestisida. Kesuburan tanah yang bagus di daerah ini yang disebabkan oleh gugurnya daun dan kemudian terurai oleh mikroorganisme tanah, sehingga menghasilkan tanah yang cukup subur karena menjadi pupuk alami untuk kopi tersebut.

Proses pembuatan kopi Pinogu

Untuk kebutuhan bisnis, maka kopi memiliki nilai jual yang cukup menjanjikan karena proses untuk menjadikan suatu kopi yang bagus melalui proses alami dan juga tidak membahayakan bagi tubuh. Untuk panen kopi Pinogu biasanya dilakukan 2 kali dalam satu tahun. Untuk proses pembuatan kopi robusta pinogu diawali dengan petani kopi tersebut memisahkan biji kopi yang sudah memerah dari yang masih hijau, kemudian biji kopi tersebut dorendam. Dalam perendaman tersebut maka akan kelihatan biji kopi yang tidak sempurna akan mengapung, sedangkan yang sempurna akan tenggelam. Biji kopi yang terpilih tersebut lalu dimasukkan dalam mesin pengupas, lalu biji kopi yang sudah terkelupas tersebut dibiarkan terurai di lantai dan siap untuk dijemur. Setelah dijemur dan kering maka biji kopi tersebut direndam. Hal ini bertujuan agar memisahkan biji yang terbaik. Lalu olahan biji kopi tersebut dikeringkan hingga kadar airnya mencapai 11 – 12%. Sebagian biji kopi Pinogu ini masih disangrai secara tradisional dengan menggunakan wajan dari tanah dan juga tungku untuk mendapatkan rasa dan aroma kopi yang khas. Setelah diseduh aroma lembut kopi akan tercium.

Rasa kopi robusta pinogu ini ringan dan tidak terlalu pahit dan juga tidak terlalu asam, sehingga aman untuk penderita penyakit lambung. Untuk proses pembuatan kopi ini apabila anda tidak mengetahui cara penanganan kopi tersebut dari biji kopi hingga menjadi secangkir kopi maka anda tidak akan mengetahui perjuangan petani kopi tersebut. Dari cara pemetikan, memilih jenis kopi, iklim yang tepat, pertumbuhan tanaman kopi, pengawasan, proses pemetikan, pengeringan, penyimpanan dan pengiriman semuanya harus dilakukan dengan cermat dan teliti. Apabila proses pembuatan kopi dilakukan oleh ahlinya makan akan mendapatkan cita rasa kopi yang sangat istimewa.

Untuk proses yang paling penting dalam pembuatan kopi robusta pinogu ini adalah pada saat pengeringan biji kopi setelah pemetikan biji kopi di hutan. pemilihan biji kopi berdasarkan atas ukuran dan tingkat kematangannya. dengan proses yang cukup panjang tersebut maka harga satu cangkir kopi yang alami ini mencapai 10 kali lipat dari harga kopi instan.

Pastinya ada kebanggaan tersendiri apabila anda bisa menikmati kopi robusta pinogu ini dari perpaduan arabika liberika ini. Biji kopi pinogu yang sudah diroastiing digiling dan disajikan tanpa gula ini dengan berbagai macam metode yang digunakan. Untuk saat ini ada dua perusahaan yang telah menjual kopi Pinogu dalam kemasan. Perusahaan tersebut adalah Ameer Essoya Natura yang memberi merek Soewawa Cafe dan juga tersaji dalam dua kemasan 100 dan 200 gram yang dipasarkan dengan label “Kopi Pinogu, Tiyombu Lo Kopi Organik”. Kopi dalam kemasan tersebut adalah kopi dari campuran kopi Robusta dan juga kopi Liberica.

Apabila anda berkunjung ke Gorontalo maka wajib mencicipi kopi robusta Pinogu ini. Rasanya yang nikmat khas dengan kopi alami ini mampu menarik hati bagi pecinta kopi di tanah air maupun manca negara. Sekarang sudah banyak yang menjual kopi robusta pinogu tersebut, bukan hanya di daerah Gorontalo saja tetapi sudah ada di berbagai daerah yang tidak mengurangi rasa khas kopi Pinogu tersebut. Untuk bisnispun kopi ini juga sangat menjanjikan karena penikmat kopi juga semakin banyak maka tidak ada salahnya jika anda mencobanya. Keuntungan yang didapatkannya pun juga tidak sedikit. Tetapi memang dibutuhkan ketelatenan dan kecermatan dalam mengolah kopi ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *