Kopi Tanah Karo,Kopi Asli Sumatra dengan CIta Rasa Buah Jeruk

Minuman apa yang sering di konsumsi oleh kebanyakan orang? Yuph, jika ditanya mengenai pertanyaan tersebut, mungkin banyak orang yang akan menjawab dengan jawaban yang berbeda-beda. Hal tersebut dikarenakan karena memang setiap orang mempunyai selera kaitannya dengan minuman yang berbeda-beda. Namun demikian, kopi termasuk dalam jenis minuman yang paling banyak dikonsumsi oleh banyak orang. Jika berbicara mengenai kopi, memang jenis minuman ini bisa menjadi teman yang pas di segala kesempatan baik pagi hari maupun malam hari. Minuman ini juga sering di sajikan dalam berbagai kesempatan baik untuk acara keluarga atau hanya acara ngumpul bersama teman-teman anda. jika berbicara mengenai kopi, memang kopi merupakan salah satu jenis minuman yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Hal tersebut dikarenakan memang banyak sekali jenis kopi asli Indonesia yang bisa anda ketahui dan salah satunya ialah Kopi Tanah Karo. Kopi khas Tanah karo ini memang tergolong dalam jenis kopi arabika yang tentunya menghasilkan cita rasa yang khas dan aroma yang wangi. Ingin tahu bagaimana ciri dari kopi arabika? Simak penjelasannya sebagai berikut.

Mengenal Lebih dekat Kopi Arabika

Jenis kopi ini merupakan salah satu jenis kopi yang akan tumbuh dengan baik dan menghasilkan biji kopi yang berkualitas ketika tanaman kopi ini ditanam pada ketinggian 700-1700 mdpl. Selain hal tersebut, tanaman kopi arabika ini bisa tumbuh dengan baik di suhu antara 16 sampai 20 derajat celcius. Jika kopi tumbuh dalam suhu tersebut, maka tanaman kopi tersebut akan menghasilkan biji kopi yang berkualitas dan sangat baik. Namun sebaliknya, jika tanaman kopi tersebut ditanam pada suhu yang lebih panas, maka pertumbuhan kopi tersebut akan terhambat dan tentunya akan menghasilkan biji kopi yang tidak baik. Selain biji kopi yang tidak berkualitas, tanaman kopi jika ditanam pada suhu yang lebih panas juga akan mudah terkena berbagai jenis penyakit, salah satunya ialah hemileia vasttrix. Dengan demikian, ketika anda ingin menanam kopi jenis arabika ini, maka anda harus memastikan bahwa tanaman tersebut tidak ditanam pada ketinggian kurang dari 700 mdpl.

Tanaman kopi arabika ini memang banyak ditanam di daerah etopia dan juga Brazil. Sementara itu, di Indonesia sendiri juga sudah banyak daerah yang menanam tanaman kopi jenis arabika ini meskipun jumlahnya tidak sebanyak Negara-negara tersebut. Jika berbicara mengenai presentase kopi pada zaman ini, kopi arabika masih memegang jumlah jika dibandingkan dengan kopi robusta. kopi jenis arabika ini memang sudah mencapai sekitar 70 persen pasar kopi di dunia. Ciri dari kopi jenis ini ialah bahwa kopi jenis ini mempunyai aroma yang lebih harum dan juga wangi jika dibandingkan dengan kopi robusta. selain itu, kopi jenis ini juga mempunyai rasa yang lebih pahit dan terasa sangat kental di mulut ketika anda meminumnya. Selain itu, tingkat keasaman kopi jenis ini juga tidak terlalu besar sehingga kopi jenis ini memang agak bersahabat ketika anda meminumnya. Harga kopi arabika ini juga lebih mahal jika dibandingkan dengan kopi robusta.

Ciri Khas Kopi Tanah Karo

Seperti yang sudah disampaikan pada pembahasan sebelumnya, bahwa jenis atau varian kopi di Indonesia ini ada banyak. Meskipun pada dasarnya jenis kopi secara umum dibedakan menjadi dua jenis yakni kopi robusta dan juga kopi arabika. Salah satu jenis kopi yang mempunyai cita rasa yang khas yang bisa anda coba ketika anda ingin menikmati aroma dan rasa yang pas kopi, anda bisa mencoba Kopi Tanah Karo. Yuph, kopi ini memang sekilas sama dengan kopi dengan yang lain. Namun ternyata, jika anda sudah mencoba rasa dari kopi ini, anda mungkin akan menyadari bahwa kopi jenis ini memang menyajikan cita rasa yang khas dan berbeda dengan kopi pada umumnya.

Jika berbicara mengenai kopi khas Tanah Karo ini, kopi jenis ini memang sudah terkenal sejak tahun 1900 an. Tentunya hal tersebut membuktikan bahwa kopi ini sudah cukup lama di kenal oleh masyarakat Indonesia khususnya masyarakat tanah karo. Dan pada zaman penjajahan dulu, kopi ini juga sudah disebarkan dengan di bawa oleh pemerintah Hindia Belanda untuk di bawa ke Eropa. Dengan demikian, persebaran jenis kopi ini mulai semakin luas dan tentunya orang atau penikmat kopi mulai menyukai jenis Kopi Tanah Karo ini. banyak orang yang mulai suka akan rasa dan tekstur dari kopi asli Sumatra ini. kopi ini memang mempunyai rasa yang unik dan berbeda dengan kopi pada umumnya. Selain itu, sebagian kopi yang dibudidayakan di Tanah Karo ini merupakan jenis kopi arabika yang mana tentunya mempunyai cita rasa yang mendunia.

Untuk area penanaman kopi khas Tanah Karo ini, memang ada beberapa daerah yang menjadi pusat budidaya Kopi Tanah Karo dan beberapa daerah yang menghasilkan kopi jenis ini ialah area lereng gunung Sinabung, kabanjahe, dan juga berastagi. Kopi jenis ini juga akan tumbuh baik ketika ditanam pada ketinggian antara 1275 sampai 1300 mdpl. Selain itu, hal yang menarik yang bisa anda temukan dalam jenis kopi ini ialah bahwa kopi ini mempunyai rasa jeruk. Yuph, kopi ini mempunyai rasa asam-asam seperti dicampuri oleh jeruk. Untuk pengolahannya sendiri memang biji kopi ini diolah dengan menggunakan cara giling basah.

Pengolahan Kopi Tanah Karo

Seperti yang sudah disampaikan di atas, pengolahan kopi khas Tanah karo ini memang mempunyai teknik sendiri dalam pengoalahannya. Teknik pengolahan yang digunakan untuk memproduksi kopi khas karo ini ialah teknik washed process atau dikenal dengan teknik penggilingan basah. Proses ini digunakan untuk menghilangkan biji kopi yang dilakukan sebelum dilanjutkan ke proses pengeringan. Secara lebih detail, biji kopi yang sudah dipanen kemudian direndam air dan biji kopi akan di pilih berdasarkan pada kualitasnya. Mana yang berkualitas dan tidak akan dipisahkan sehingga hanya biji kopi yang berkualitas yang akan dipilih. Untuk mengetahui bahwa kopi tersebut berkualitas atau tidak, anda cukup melihat apakah biji kopi tersebut mengambang atau tidak. Jika anda menemukan bahwa biji kopi tersebut mengambang, maka bisa dipastikan bahwa biji kopi tersebut tidak berkualitas.

Dengan demikian, hanya biji Kopi Tanah Karo yang berkualitas saja yang akan dilanjutkan dalam proses selanjutnya. Setelah melalui proses rendaman air, proses selanjutnya yang bisa dilakukan ialah dengan memisahkan kulit biji kopi dengan daging biji kopi tersebut dengan menggunakan mesin pengelupasan biji kopi. Setelah itu, anda bisa merendam kembali biji kopi yang sudah dimasukkan mesin tersebut untuk memastikan bahwa kulit biji kopi sudah benar-benar hilang. Setelah itu, anda bisa melanjutkan pada proses fermentasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *