Mengenal Kopi Malabar Dan Keistimewaanya

Siapa yang tidak kenal dengan kopi? Minuman dengan warna hitam yang memiliki rasa yang segar nan aroma yang khas memang sudah dihati masyarakat. Minuman ini sangat terkenal diseluruh dunia. Namun, sebagai penikmat kopi tentu sudah tahu macam-macam kopi yang enak dan terkenal. Namun, sebagai penikmat kopi pemula tentu tidak mengetahui macam-macam kopi yang lezat dan nikmat. Salah satu kopi yang memiliki aroma khas dan rasa yang berbeda adalah kopi arabica malabar. Meskipun namanya ada arabica-nya, kopi ini adalah kopi yang berasal dari jawa barat. Siapa sangka jika kopi ini adalah kopi yang terletak di kecamatan bandung. Selain letaknya yang berada di indonesia, ternyata kopi ini juga memiliki kelebihan dibandingkan dengan kopi lainnya. Seperti apa informasi selengkapnya? Berikut ulasan selengkapnya.

Asal mula kopi malabar

Asal-usul kopi arabica malabar ini mungkin belum banyak yang tahu, namun sebagai indonesia kita harus bangga jika kopi ini adalah kopi yang tumbuh subur di negara indonesia. Kopi malabar adalah kopi yang berada di malabar kecamatan bandung selatan provinsi jawa barat indonesia. Kopi jenis ini dapat tumbuh dengan baik di daerah tersebut. Daerah yang memiliki ketinggian 1400-1800 m dpl ini juga memiliki suhu udara yang cocok dan udara yang sejuk berkisar 15-21 celcius. Suhu udara dan ketinggian tersebut mendukung tanaman kopi ini menjadi tumbuh dengan subur di daerah ini. Curah hujan yang ada di gunung malabar ini cukup tinggi yakni 2000 mm/tahun.

Dalam sejarah perjalanan kopi ini cukup rumit. Waktu itu, tahun 1696, saat itu nicholas witsen yang merupakan walikota amsterdam. Kala itu, ia memerintahkan bawahannya yakni adrian van omen untuk membawa bibit kopi arabica ke negara indonesia yang kala itu masih dalam jajahan belanda. Namun penanaman kopi tidak langsung tumbuh dengan subur melainkan melalui beberapa tahap hingga akhirnya kopi arabica dapat tumbuh dengan subur di kota bandung. Setelah usaha penanaman kopi dapat tumbuh dengan baik, pemerintah belanda mengembangkan penanaman kopi hingga di pulau sumatra, sulawesi, bali dan beberapa pulau lainnya. Tak heran jika akhirnya tanaman ini menjadi komoditas utama. Lahan yang subur dan cuaca yang sangat mendukung membuat perkebunan kopi menjadi perkebunan subur dan mampu menghasilkan kopi dengan kualitas tinggi.

Sekitar tahun 1711, indonesia mengekspor kopi pertamanya yakni kopi arabica malabar ke negara eropa. Hal tersebut terus berlanjut hingga pada tahun 1925, indonesia adalah pengekspor kopi terbesar didunia. Kala itu kopi dari jawa sudah sangat dikenal oleh masyarakat eropa. Selain berkualitas tinggi, aroma dan rasanya juga berbeda dari kopi lainnya sehingga tidak sulit untuk membuat kopi ini menjadi kopi terbaik didunia. Bahan masyarakat eropa juga memiliki julukan khusus terhadap kopi asli indonesia ini yakni “a cup of java” yang artinya secangkir jawa karena kopi jawa ini sangat terkenal kala itu.

Perdagangan kopi ke eropa kala sangat menguntungkan bagi pihak voc. Tercatat tahun 1830-1834, indonesia mengekspor kopi sebanyak 79.600 ton. Namun kurangnya kerusakan alam memang tidak dapat ditebak sebelumnya. Hal ini juga dialami pada tanaman kopi yang kala itu terserang penyakit karat daun. Penyakit ini hampir menjangkiti seluruh tanaman kopi yang ada di daerah jawa terutama tanaman yang ditanam didataran rendah. Dari penyakit karat daun ternyata hanya menyisakan beberapa hektar tanaman kopi saja yang tumbuh didataran tinggi. Hal tersebut yang kemudian membuat ekspor ke negara eropa menjadi menurun. Namun setelah indonesia merdeka, perkebunan kopi yang ada di daerah bandung kembali bangkit dan menjadi salah satu kopi nusantara yang memiliki aroma dan rasa yang khas.

Bagi anda yang ingin berkunjung ke perkebunan kopi ini, anda dapat pergi ke kota bandung. Perkebunan kopi ini dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda 4 dari kota bandung menuju ke malabar yang terletak di bandung selatan. Anda membutuhkan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam lamanya. Saat ini wisata perkebunan kopi ini banyak dijadikan sebagai obyek wisata masyarakat karena memang menarik. Hal ini cukup wajar karena luas perkebunan ini sangat luas. Diperkebunan ini kita juga bisa belajar dan mempraktekkan tata cara membudidayakan tanaman kopi. Mulai dari penyiapan bibit, penanaman hingga pemeliharaan kopi hingga menghasilkan kopi yang berkualitas yang bagus dan berkualitas unggul.

Kopi arabica malabar sangat special karena dalam pengolahannya dilakukan sesuai dengan standar yang ada. Mulai dari saat panen, penyortiran buah kopi, pengupasan buah kopi, pencucian buah kopi, pengeringan hingga menjadi biji kopi yang siap diolah dan dihaluskan untuk menjadi minuman yang dan nikmat. Tak hanya itu, pengolahan kopi ini juga dilakukan dibawah pengawasan terkontrol oleh ahli yang sudah berstandar dan bersertifikat sehingga keamanannya terjamin dan terjaga. Kopi-kopi ini juga selalu disimpan kedalam ruangan yang kadar air, kelembaban dan kebersihannya selalu terjaga.

Tak hanya kualitasnya yang terbukti, kopi malabar ini ternyata juga menjadi salah satu tempat melestarikan hewan punah yakni luwak. Tak perlu khawatir, luwak yang digunakan adalah luwak pilihan bahkan tercatat sebagai penangkaran luwak terbersih di indonesia. Kondisi inilah yang membuat kopi ini memiliki tempat tersendiri dihati masyarakat indonesia. Selain sebagai penangkaran luwak, perkebunan kopi juga turut memberikan andil besar dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan sehingga menjaga tanah agar tidak mudah erosi dan mampu menyediakan oksigen dalam jumlah yang besar.

Keistimewaan kopi malabar

Ada beberapa keistimewaan yang dimiliki kopi malabar ini. Keistimewaan yang pertama yakni kopi malabar adalah kopi pertama yang dibudidayakan di malabar. Tepatnya didaerah gunung malabar pangalengan. Bahkan kopi ini sempat menjadi komoditas utama negara indonesia dan menjadi kopi favorit masyarakat dunia. Julukan dari kopi ini adalah secangkir jawa yang artinya secangkir kopi yang berasal dari jawa. Setiap penduduk eropa mengenali jenis kopi yang satu ini karena kualitasnya yang tidak pernah berbohong.

Keistimewaan yang kedua adalah kopi ini memiliki rasa yang unik. Kopi arabica malabar memiliki kekentalan dan juga keasaman medium ke atas. Rasa dominan yang diberikan kopi yang satu ini adalah rasa coklat dengan rasa akhir rempah. Bahkan terkadang ada rasa nangka atau rasa lemon. Hal ini cukup wajar karena kopi luwak ini sendiri di proses dari luwak yang terjaga baik asupan dan kebersihannya. Bahkan tidak jarang pula luwak ini diberikan makanan madu sehingga biji kopi yang dikeluarkan oleh luwak akan memiliki rasa yang manis dan memberikan rasa uni pada kopi malabar.

Keistimewaan selanjutnya dari kopi ini adalah proses pemetikannya yang langsung dipetik dari kebun dan pemetikannya dipilih kopi yang benar-benar sudah matang dan berwarna merah seluruhnya. Hal ini memang dilakukan untuk menjaga kualitas kopi karena kematangan dari kopi dapat berpengaruh terhadap cita rasa kopi itu sendiri. Selanjutnya, setelah dilakukan pemetikan biji kopi yang sudah matang sempurna, kopi diolah ke tempat pengolahan kopi berstandar dan diawasi oleh tenaga ahli yang profesional dibidangnya. Disini kopi akan disusutkan hingga berat kopi menjadi separunya saja setelah itu baru kopi dapat diolah ke pengolahan selanjutnya.

Keistimewaan selanjutnya adalah dari luwak itu sendiri. Biji k kopi arabica malabar yang sudah diproses didalam perut luwak memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Hal ini dikarenakan luwak adalah hewan yang pintar dan tidak asal dalam memakan biji kopi. Luwak akan memilih biji kopi yang benar-benar sudah matang. Terlebih luwak sendiri adalah hewan yang hampir punah sehingga keberadaannya menjadi sesuatu yang sangat istimewa.

Selain dari rasa yang nikmat dan unik, penyajian kopi malabar ini sendiri memiliki kreasi yang banyak. Jika anda mengunjungi tempat perkebunan kopi dan pengolahannya, disana anda akan diajarkan cara menyajikan kopi layaknya barista profesional. Penyajian yang menarik juga hal wajib dikuasai oleh para barista agar selain kenikmatan yang didapat dari kopi malabar, tampilan yang disajikan juga bagus dan menarik untuk dipandang. Demikian sekilas informasi mengenai kopi arabica malabar mulai dari penanamannya hingga menjadi secangkir kopi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *