Perkembangan Alat Penyeduh Kopi Dari Masa Ke Masa

Alat penyeduh kopi adalah alat untuk membuat kopi sampai kopi tersebut bisa dihidangkan. Alat seduh kopi zaman dulu berbeda dengan sekarang. Dulu, kopi diracik secara manual dan sederhana. Kopi yang sudah digiling ditempatkan di dalam pot atau pan yang di dalamnya sudah ada air panas. Pot tersebut dibuat untuk menyeduh kopi yang mana di dalamnya terdapat sejenis penyaring untuk menyaring gilingan kopi agar kopi dapat dihidangkan tanpa ampas. Ada yang bilang, kopi yang diseduh secara manual memiliki cita rasa yang tinggi. Namun bukan berarti kopi yang diseduh dengan alat canggih kalah enak dengan alat manual, semua tergantung bagaimana cara membuatnya. Kalau kopi digiling dengan benar, pasti rasanya akan enak.

Ada berbagai macam tipe alat penyeduh kopi. Seiring perkembangan zaman, alat untuk menyeduh kopi pun semakin canggih. Hal ini terkait dengan peran kopi di mata masyarakat yang semakin istimewa. Kopi dianggap istimewa karena selain untuk pelepas dahaga dan teman begadang, kopi sudah menjadi gaya hidup. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya coffee shop yang hadir di tengah-tengah masyarakat di seluruh dunia. Untuk itu, kebutuhan akan coffeemaker pun menjadi tinggi. Berikut beberapa tipe alat penyeduh kopi.

Beberapa Tipe Alat Penyeduh Kopi

  1. Vacuum Brewer (1840)

Tahun 1840, tipe vacuum ini pertama kali dibuat dengan nama The Napier Vacuum Machine. Tipe ini dapat membuat kopi seduh yang bersih dan sangat terkenal sampai pertengahan abad ke dua puluh. Prinsip dari vacuum brewer ini adalah memanaskan air dalam bejana bawah, lalu air menyebar melalui pipa sempit sampai pada bejana atas yang berisi gilingan kopi. Ketika bejana bawah kosong akan air dan waktu untuk menyeduh kopi sudah cukup, maka kopi yang sudah dibuat tadi kembali melalui saringan sampai pada bejana bawah di mana kopi bisa dituang.

Pada tahun 1930, Inez H. Pierce yang merupakan orang Chicago, Illinois, mematenkan vacuum coffee maker pertama. Alat penyeduh kopi yang dirancang Pierce ini merupakan vacuum coffee brewer ‘otomatis’ pertama, karena alat ini bisa menyeduh kopi secara otomatis. Desain vacuum coffee maker Pierce ini kemudian ditingkatkan oleh Ivar Jepson, Ludvik Koci, dan Eric Bylund pada akhir tahun 1930-an. Peningkatan yang mereka lakukan diantaranya adalah meningkatkan kinerja mesin filter. Alat ini kemudian terjual dalam jumlah besar di US selama Perang Dunia 1.

 

  1. Percolator (1865)

Percolator mulai berkembang dari pertengahan abad ke 19. James Nason, warga Massachusetts mematenkan percolator pertama yang didesain pada tahun 1865. Lalu, petani Illinois bernama Hanson Goodrich mematenkan percolator modern pada tanggal 16 Agustus 1889. Dengan desain percolator, air dipanaskan di pot pemanas, lalu air yang dipanaskan terdesak melalui pipa metal sampai ke kantong yang berisi kopi. Cairan yang telah diekstraksi dari kantong berisi gilingan kopi ini mengalir kembali ke pot. Proses ini terus berulang selama siklus penyeduhan.

Cara membuat kopi dengan percolator telah berubah sejak awal abad ke 20. Bagaimanapun, tahun 1970, General Food Corporation memperkenalkan Max Pax yang awalnya secara komersil bernama ground coffee filter rings (penyaring gilingan kopi). Diberi nama Max Pax filter berdasarkan komplain dari brand kopi General Foods’ Maxwell House. Lalu, awal tahun 1970-an popularitas percolator menurun dengan diperkenalkannya pembuat kopi drip elektrik (electric drip coffee maker). Tahun 1976, General Food menghentikan produksi Max Pax dan pada akhir dekade, keberadaan ground coffee filter rings (penyaring gilingan kopi) sudah tidak ada lagi di supermarket Amerika.

  1. Moka Pot (1933)

Moka pot dipatenkan oleh Luigi De Ponti untuk Alfonso Bialetti pada tahun 1933. Industri Bialetti mulai memproduksi model yang sama dengan nama “Moka Express”. Moka pot adalah alat seduh kopi stove-top. Dengan alat seduh ini kopi dibuat dengan mengalirkan air panas ke gilingan kopi. Cara kerjanya hampir sama dengan percolator. Moka pot ini paling banyak digunakan di daerah Eropa dan Amerika Latin. Alat seduh tipe ini telah menjadi desain yang ikonik ditandai dengan wujudnya yang telah dipasang di beberapa museum industri modern di bidang seni dan desain, seperti the Wolfsonian – FIU, the Cooper – Hewitt, Museum of Modern Art, the Design Museum, National Design Museum, dan London Science Museum.

  1. Single – Serve Coffeemaker

Single – serve coffeemaker atau alat pembuat kopi single – serve mencapai tingkat popularitas yang tinggi dalam beberapa tahun ini. Prinsip kerja alat seduh ini adalah menyeduh kopi (dalam bentuk pack) ke dalam air panas, lalu menghidangkannya ke dalam secangkir kopi yang ditempatkan di bawah outlet. Kopi yang dikemas dalam bentuk pack bersifat kedap udara sehingga produk dipastikan dalam keadaan fresh. Kopi pack ini berisi sejumlah gilingan kopi yang dikemas dengan kertas penyaring untuk hasil penyeduhan optimal. Sekarang, alat penyeduh dengan single-cup tersedia untuk beragam minuman, seperti teh, coklat panas, dan susu panas. Alat penyeduh kopi ini didesain untuk digunakan di rumah dan keperluan komersil.

Selain keempat tipe alat penyeduh kopi di atas, sebenarnya masih ada lagi tipe yang lain, seperti French Press dan Electric Drip Coffeemaker. Walaupun tipe-tipe tersebut terkenal pada masanya, bukan berarti sekarang sudah tidak dipakai lagi. Jika kita perhatikan alat penyeduh kopi di beberapa coffee shop, masing-masing coffee shop menggunakan alat penyeduh kopi yang berbeda. Semua itu tergantung taste atau cita rasa yang ingin ditonjolkan.

Selama beratus-ratus tahun, dunia kopi mengalami masa-masa atau gelombang yang terkait dengan bagaimana peran kopi di mata masyarakat. Masa atau gelombang di dunia kopi selama ini dibagi menjadi tiga, yaitu first wave, second wave, dan third wave. Banyak orang di bidang industri yang memanfaatkan biji kopi dengan membuatnya menjadi minuman yang bisa dinikmati masyarakat kapan saja dan di mana saja. Hal ini dapat terealisasi dengan diciptakannya alat penyeduh kopi yang praktis atau dengan memproduksi kopi instan.

Tiga Masa Alat Penyeduh Kopi

  1. First Wave (Gelombang Pertama)

Gelombang pertama ini diawali pada tahun 1800-an. Pada masa ini vacuum brewer dan perculator sedang ada pada masa jayanya. Kopi dipasarkan secara besar-besaran bahkan ketika Perang Dunia. Diproduksinya kemasan vacuum packaging dan kopi instan menjadi identitas gelombang pertama ini. Tahun 1970-an, kopi instan diproduksi secara besar-besaran. Hampir sepertiga impor kopi dibuat jadi kopi instan.

  1. Second Wave (Gelombang Kedua)

Produksi kopi pada masa gelombang pertama menuai banyak kritikan karena rasanya yang kurang memuaskan. Pada masa ini, penikmat kopi ingin mengetahui proses pembuatan kopi sehingga menjadi secangkir kopi yang mereka minum. French press menjadi salah satu kata yang terkenal saat itu. French press adalah salah satu alat penyeduh kopi. Kopi menjadi sebuah gaya hidup masyarakat dengan banyaknya coffee shop yang berdiri di mana-mana. Starbucks menjadi coffee shop paling terkenal dan menjadi ikon penting pada masa itu.

  1. Third Wave (Gelombang Ketiga)

Masa ini adalah masa berubahnya sudut pandang masyarakat terhadap kopi. Mereka bukan hanya ingin meminumnya tapi juga ingin mengetahui seluk beluk kopi. Bagaimana biji kopi yang bagus, kualitasnya, dan bagaimana cara mengolah biji kopi tersebut agar menjadi kopi yang nikmat diminum. Mereka juga mulai penasaran bagaimana cara menyeduh kopi yang benar dengan berbagai alat penyeduh yang sudah ada. Masing-masing alat seduh menghasilkan kopi yang mempunyai cita rasa yang berbeda. Bisa dikatakan masa gelombang ketiga ini orang lebih memandang ke arah filosofi kopi.

Cita rasa dan aroma, menjadi hal yang penting di gelombang ketiga ini. Orang-orang mulai penasaran memilih biji kopi yang berkualitas, cara mengolah, menyeduh, sampai cara menghidangkan ke secangkir kopi agar terlihat menarik. Menyeduh kopi dengan menggunakan alat penyeduh yang berbeda akan menghasilkan cita rasa yang berbeda pula. Banyak kabar beredar bahwa kopi yang diseduh secara manual akan menghasilkan aroma yang nikmat. Namun itu pun juga tergantung coffee master yang meracik. Tangan yang berbeda akan menghasilkan rasa yang berbeda pula. Alat penyeduh kopi dari masa ke masa mengalami perkembangan seiring dengan bagaimana sudut pandang masyarakat terhadap kopi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *